Shalat dulu ato makan dulu

Ini ungkapan yang sering dan telah lama sekali saya dengar sehari-hari terutama pas waktunya makan siang ato makan malam (Between Maghrib and Isya’). Sebenarnya ini sih masalah kecil, boleh dibilang sepele. Toh keduanya amalan yang baik (liat kondisi kaliee). Ketika kita putuskan untuk mengerjakan Shalat terlebih dahulu mungkin gak yah kita bisa melupakan menu makanan apa nanti yang akan kita makan ato masih kebagian lauk gak ya nanti di kantin (sungguh berat medapatkan Shalat yang khusyu’). Disisi lain kalo kita makan dulu agar ketika Shalat pikiran menjadi tenang…? ahh gak juga masih kebayang betapa nikmatnya makanan yang kita makan tadi apalagi masih ada sisa makan dimulut kita yang secara tidak sengaja waktu Shalat tersentuh oleh lidah (wah.. batal deh).

Bingung juga yah.. tapi gini, itu semua tergantung hati. Lebih cenderung mana hati kita memilih antara Sholat atau makan ehh.. tapi liat dulu waktu Shalatnya kalo udah mepet ya tentu saja Shalat kita dahulukan, masalah nanti pas Shalat kepikiran tentang makanan itu namanya godaan.

Iklan

Satu pemikiran pada “Shalat dulu ato makan dulu

  1. kalo saya maem dulu baru salat karena waktu salat bila perut kriuk-kriuk bisa ga kusuk salatnya… šŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s