Susahnya gak ada air

20/07/2007

Kamis 19 Juli, sampai di tempat kost pukul 16.40 WIB. Setelah menanggalkan baju kemeja lalu mengenakan kaos oblong, karena baju kotor udah menumpuk (kira2 sudah 4 hari) kumasukkan semuanya kedalam ember bermaksud sore ini aku mau mencuci. Mendapati kran air dekat sumur tidak mengeluarkan air (habis) lalu segera menuju ke kamar mandi, eh.. bak mandi kosong juga. Mesin pompa air kunyalakan, sembari menunggu air keluar aku membaca buku yang belum habis kuslesaikan. Hampir 20 menit air tak kunjung keluar, lalu kutanya kan pada rekan kost dan kudapati jawaban “dari pagi nggak keluar airnya mas.. barangkali rusak mesinnya”. Hah.. trus gimana mandinya?, tiba-tiba aku berpikir untuk mandi sore di toilet masjid dekat kost. Tanpa pikir panjang sabun sikat dan pasta gigi serta handuk kedalam tas plastik (orang jawa bilang ini namanya tas kresek). Sampai di masjid untuk ada takmir masjid yang lagi bersih-bersih karena sebentar lagi masuk waktu Maghrib, lalu aku minta ijin untuk menumpang mandi (terima kasih mas takmir).

Waduh.. baju udah terlanjur aku kasih deterjen wah gimana nih masak gak bisa mencuci sore ini. Tanpa pikir panjang sudahlah kuputuskan untuk mencuci di tempat launrdy. Tepat sehabis Shalat Maghrib aku masukkan semua baju yang ada diember tadi ke dalam tas, lalu bergegas berjalan kaki menuju tempat laundry. Ketika di perjalanan aku berpikir baju yang kubawa kan ada pakaian “pribadi”nya wah gimana ya kan malu kalo ketahuan, apa aku sewa mesin cuci saja ya?. Sesampainya di tempat laundry aku bertanya sama si embak yang jaga (yang jaga cewek semua ada empat lagi..).

saya: “Mbak mau tanya dulu, disini bisa sewa mesin cuci nggak?”

si embak: “Bisa mas, sekali sewa tuju ribu, mending biar sini aja yang cuci”

saya: “Nggak mbak ah, aku cuci sendiri aja, wis gapapa”.

si embak: “Tapi masih lama lho mas, ini masih dipakai semua” Disitu aku lihat memang hanya ada dua mesin cuci otomatis dan satu mesin pengering, dan semuanya masih dalam keadaan bekerja.

saya: “Ya gapapa mbak tak tunggu saja, aku tinggal makan malam dulu”

si embak: “Ya mas”

Kira-kira 20 menit kemudian setelah aku makan malam yaa gak jauh-jauh dari tempat laundry tadi.

si embak: “Sepuluh menit lagi ya mas”

saya: “Ya gapapa, tak tunggu”

Jam menunjukkan pukul 20.00 WIB, wah capek juga nih nunggunya. Akhirnya salah satu mesin telah selesai.

si embak: “Ini mas sudah selesai silahkan, bajunya mau tak masukkan atau mau dimasukkan sendiri?”

saya: “Aku masukin sendiri aja, malu aku mbak”. Secepat kilat aku masukin semua ke mesin cuci, tanpa berlama-lama”.

saya: “Udah mbak ini gimana caranya?”. Dengan cekatan si embak dengan mudah mengoperasikan mesin cuci otomatis itu”.

Tiga puluh menit kemudian mesin cuci berhenti. Kulihat jam menunjukkan pukul 20.30 WIB.

si embak: “Mas nyucinya sudah selesai”. Langsung saja aku buka penutupnya dan memasukkan pakaianku ke dalam tas. Lalu aku membayar tuju ribu dan aku bergegas pulang dan tidur.

Keesokan harinya, begitu dengan adzan Subuh aku segera bergegas ke masjid tak lupa membawa perlengkapan mandi (memang sudah niat tadi malam untuk mandi di toilet masjid lagi sesudah shalat subuh). Sehabis shalat dan berdoa sejenak, kulihat toilet lagi kosong dan langsung saja mandi pagiiii….

Huh.. capek dan merepotkan, mudah-mudahan airnya nanti sore udah kembali normal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s