Menularkan Kebahagiaan

12/09/2007

Seorang pemuda berangkat kerja di pagi hari. Memanggil taxi, dan naik, ‘Selamat pagi Pak’, katanya menyapa sang sopir taxi terlebih dahulu, ‘Pagi yang cerah bukan?’ sambungnya sambil tersenyum, lalu bersenandung kecil.

Sang sopir tersenyum melihat keceriaan penumpangnya, dengan senang hati ia melajukan taxinya.

Sesampainya di tempat tujuan, pemuda itu membayar dengan selembar 20ribuan, untuk argo yang hampir 15ribu, ‘Kembaliannya buat bapak saja, selamat bekerja Pak’, kata pemuda dengan senyum.

‘Terima kasih’, jawab pak sopir taxi dengan penuh syukur, ‘Wah, aku bisa sarapan dulu nih’, pikirnya. Dan menuju ke sebuah warung, ‘Biasa Pak?’ tanya si mbok warung.

‘Ya, biasa, nasi sayur, tapi, pagi ini tambahkan sepotong ayam’, jawab pak sopir dengan tersenyum. Dan ketika membayar nasi, ditambahkannya seribu rupiah ‘Buat jajan anaknya si mbok’, begitu katanya.

Dengan tambahan uang jajan seribu, pagi itu anak si mbok berangkat ke sekolah dengan senyum lebih lebar. Ia bisa membeli 2 buah roti pagi ini dan diberikannya pada temannya yang tidak punya bekal.

Begitulah, cerita bisa berlanjut, bergulir, seperti bola salju, keluarga pak sopir bisa lebih bahagia hari itu, begitu juga keluarga si mbok, teman-teman si anak, keluarga mereka, semua tertular kebahagiaan.

Kebahagiaan, seperti juga kesusahan, bisa menular kepada siapa saja di sekitar Kita.

Kebahagiaan adalah sebuah pilihan…

Sudahkah Kita menularkan kebahagiaan hari ini?

Sumber dari milis internet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s