Masjid dan jepit

13/09/2007

Alhamdulillah, Ramadhan datang lagi.. dan saya masih di beri kesempatan sekali lagi untuk menjalani ibadah puasa wajib untuk satu bulan kedepan, InsyaAllah.

Ketika adzan Maghrib telah berkumandang di masjid, mushola, surau, langgar, tibalah saatnya  untuk mengucapkan niat untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Menjelang waktu shalat Isya’ barulah nampak keramaian di jalan-jalan menuju mesjid orang-orang tua, muda-mudi, anak-anak mengenakan pakaian rapih bagi yang pria dan mukena putih bagi yang wanita. Berbondong-bondong menuju masjid yah.. suasana yang semarak dan saya pun tak mau ketinggalan.

Shalat Isya’ berjamaah pun segera dimulai. namun.., di sebelah kiri dimana saya berdiri ada anak kecil laki-laki (berusia sekitar 4-5 tahun) tertidur di antara barisan shaf shalat.. (lantas mengundang tawa dalam hati, barangkali anak ini sudah terlalu letih lebih dulu karena terlalu besemangat, anak kecil yang lucu). Usai shalat Isya’  dilanjutkan dengan ceramah singkat, lalu shalat Iftitah, shalat Tarawih dan akhirnya ditutup dengan shalat Witir.

Sambil menunggu keramaian orang-orang yang hendak pulang di halaman masjid usai, saya duduk di teras masjid sambil mencari-cari dimana posisi jepit ku berada. Seketika jepit itu sudah terdeteksi keberadaannya dan dikarenakan masih ramai lalu-lalang orang-orang yang mencari jepit-jepitnya lantas saya urungkan niat untuk beranjak dari teras masjid. Kulihat seorang bapak (berusia sekitar 60 tahunan) berjalan di depan ku sambil menangak-nengok kebawah. Tepat ia berdiri di mnaa jepitku berada, tak ku sangka bapak itu memakai jepitku yang lama aku tunggui karena masih ramai lalu-lalang orang. Dari dalam hati aku mau menyapa bapak itu “pak itu jepit saya” namun tak tega, ya dengan agak was-was (saya paham perasaan bapak itu memakai jepit yang bukan miliknya, mungkin jepitnya juga tidak ketemu atau dipakai oleh orang lain).

Lalu saya berpikir, aku pakai jepit yang mana…?. Saya putuskan untuk menuunggu lebih lama lagi supaya pengunjung di masjid itu sudah habis barangkali masih tersisa jepit yang lain. Dan benar, kulihat masih ada beberapa jepit-jepit disana. Oh tuhan maafkan aku, aku langsung menuju jepit yang kondisinya paling buruk (jauh berbeda dengan jepit asli ku), sambil berkata dengan lirih.. “maaf yang punya jepit ini mudah-mudahan yang memiliki ini ikhlas saya pakai”. Semoga para pemakai jepit yang bukan haknya sama-sama ikhlas.

* Cerita ini tidak bermaksud untuk mengadu karena jepitnya yang hilang di masjid, namun untuk mengingatkan kepada kita semua apabila hendak menunaikan ibadah (di masjid) berusahalah untuk berniat dengan ikhlas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s