Budaya kutip-mengutip tulisan

Menulis menjadi sangat mudah ketika ide yang akan diungkapkan bisa mengalir begitu saja, namun akan menjadi sangat sulit ketika ide mengenai apa yang akan ditulis tak kunjung datang.

Bagi saya sendiri setiap saat baik itu lagi melamun, bekerja, atau lagi bepergian banyak sekali bermunculan ide-ide untuk di tulis. Namun kebanyakan ide-ide itu berakhir di judul saja.. ๐Ÿ˜€ saat sampai di depan komputer baik di rumah atau di kantor, seolah-olah ide itu malu untuk di tempel di sini. Biasanya sebelum menulis (memposting) saya lakukan croscek pada link sumbernya agar saya bisa membubuhkan tautan di bawah artikel sumbernya, mohon maaf apabila tulisan yang ada di disini adalah milik anda namun tanda ada tautannya.

Barangkali perlu dipikirkan untuk selalu membawa alat elektronik yang mendukung word processing semacam HP, PDA, Tablet PC, yah minimal kertas sama pulpenlah agar ide-ide tersebut nggak hilang di tenggah jalan demi originalitas tulisan di weblog pribadi anda, wah yang seperti ini bias terjangkit “Blogholic”

Baca tulisan rekan lainnya:
http://lita.inirumahku.com/blogging/lita/love-simply-dear-dont-copy/

Iklan

4 thoughts on “Budaya kutip-mengutip tulisan

  1. pernah suatu hari coba mempraktekkan teori mas Ali, di catet di kertas dulu postingnya kapan2.. tapi.. baru dapet 2 baris udah geli sendiri.. berasa kaya’ ABG yg lagi nulis diary sih.. ๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s