Bulan itu bernama Ramadhan

Masih jelas teringat saat kumandang takbir terdengar menandai berakhirnya serangkaian program ibadah selama bulan puasa. Memang benar bulan itu adalah bulan penuh rahmah dan berkah segala amalan ibadah yang biasanya pada bulan selain bulan puasa sangat berat untuk dijalankan namun di bulan itu sangat mudah dan barang kali di mudahkan oleh Allah SWT. Mulai dari shalat berjamaah di masjid (sangat ringan sekali berjalan ke masjid bersama sodara-sodara muslim yang lain), shalat sunnah (serasa kurang puas jika hanya mengerjakan yang wajib saja), bersedekah (selalu merasa iba kepada sodara-sodara kita yang masih kekurangan), mengaji (yang biasanya setahun belum tentu khatam, dalam sebulan bisa khatam), mendengarkan siraman rohani (barang kali hampir tiap waktu ada di televisi maupun di radio dari waktu sahui hingga buka puasa tiba).

Subhanallah, begitu mudah dan ringan sekali menjalankannya, itulah janji Allah SWT di bulan puasa syaiton di belenggu sehingga manusia terbebas dari bisikan dan gangguannya, Maha Benar Allah atas segala firmannya.

Ramadhan tahun depan masih 11 bulan lagi, apakah umur kita bisa sampai kesana atau tidak?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s