Hati-hati bila memarahi anak

Seorang anak kecil memanjat menara SUTET. Apa penyebabnya?

Bukan sebuah atraksi seperti yang dilakukan oleh si Spiderman yang bergelantungan di tiang, menara ataupun gedung bertingkat. Dari tayangan berita sore di televisi menyebutkan bahwa si anak ngambek karena habis di marahi oleh tetangganya, entah karena apa si reporter tidak menyebutknnya dengan detil. Di siang hari si anak berada di menara SUTET pada ketinggian 30 meter. Cukup berbayaha mengingat di bukan pekerja PLN. Dia ngambek karena barusaja di marahi oleh tetangganya. Si ibu memanggilnya dengan bantuan pengeras suara “anak soleh.. turun nak.. turun nak..” sambari menangis. Kejadian ini tak dilewatkan oleh para tetangganya mereka berkumpul di sekitar menara tersebut, dan sesekali memanggil-manggil anak tersebut untuk menyuruhnya turun. Usut-punya usut si reporter bilang bahwa si anak memang sering memanjat menara SUTET apabila dia kena marah atau keinginannya tidak di kabulkan oleh kedua orang tuanya. Terakhir kali si anak memanjat menara SUTET tersebut ketika dia tidak di belikan seekor burung beo oleh orang tuanya.

Marah.. hal yang lazim dilakukan oleh manusia, apalagi marahnya orang tua kepada si anak (sekilas itu pelampiasan kebencian, namun sebenarnya itu rasa sayang mereka). Jengkel karena tidak patuh, bandel, nakal, tidak bisa diatur dan sebagainya. Mengambil tindakan tegas, nanti dibilang kekerasan pada anak-anak. Tak luput saya juga mengalaminya ketika masih kecil, walaupun saat ini ketika mengingatnya betapa tidak hormatnya saya pada orang tua waktu itu.. (yah itu adalah masa anak-anak, nggak parah kok, cuma sedikit ngak nurut).

Di marahi orang tua karena tidak mau menuruti perintahnya, kalo boleh di bilang ini adalah wajar. Seperti pada tayangan Nanny 911 di Metro TV. Pernah di salah satu episodenya si Nanny berkata kepada si ibu “anak-anak boleh melakukan kesalahan dan ketika dia tahu kesalahannya dia akan datang kepadamu (orang tua) meminta perlindunganmu”.

Wah sudah malem.. maaf pulang dulu, capek nih..

Iklan

9 pemikiran pada “Hati-hati bila memarahi anak

  1. >zizah

    Pelajaran yang menarik mengenai “Parenting” namun kebanyakan yang di tampilkan adalah kenakalan anak2 yang membuat pusing orang tuanya, atau memang itu masalah yang paling besar dihadapi oleh orang tua terhadap anak-anak mereka…?

  2. Tingkah laku anak2 memang kadang membuat pusing.. apalagi kalo mindset kita “anak adalah titipanNYA”.. jadi nggak bisa sembarangan mensikapi tingkah lakunya kan..?
    kita harus berusaha memutar otak biar nilainya baik dimataNYA… hehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s