Memanajemen waktu

23/10/2008

Sepertinya semua sepakat.. waktu begitu cepat berjalan. Namun melewatkan waktu tanpa aktifitas terasa sangat lama, kebalikan dari melewatkan waktu dengan segudang aktifitas begitu sangat cepat bahkan aktifitas atau kegiatan yang belum usai tau-tau hari sudah berganti.

Dari 24 jam sehari ambil contoh hari senin. Rutinitas biasa dilakukan karena hari kerja, ambil contoh pukul 7 pagi aktifitas sudah dijalani. Setidaknya 8-9 jam berada di tempat kerja, ditambah lagi pekerjaan yang bersivat “overtime”. Umumnya pukul 9 malam sudah mulai usai, lalu kembali ke rumah. Sekitar 14 jam dari 24 jam yang tersedia di hari itu dihabisakan untuk beraktifitas di tempat kerja. Sisa 10 jam, untuk keperluan tidur (malam) rata-rata 6 jam untuk tidur. 4 jam tersisa, namun berada di awal hari alias masih pagi banget.

Senin hingga jumat bila dihitung 5 hari kerja. Nah, terkadang hari sabtu juga masih dipakai untuk kerja, namun saya kira itu tidak umum atau sangat jarang terjadi. Tersisa hari sabtu dan hari minggu yang berarti 2 x 24 jam.

Kebanyakan orang bilang hari libur hanya untuk keluarga, maka tak asing lagi pesta-pesta keluarga diadakan pada salah satu atau salah dua pada hari itu. lengkaplah sudah aktifitas 7 hari dalam seminggu yang berarti akan berulang minggu demi minggu berikutnya.

Sebenarnya ada apa sih?

Baiklah.. me-review aktifitas yang telah dilakuan sangatlah penting. Dari sini kita akan tahu mana dan apa saja sih pekerjaan atau aktifitas yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk dikerjakan (selain itu penting juga untuk me-riview aktifitas finansial dalam kurun waktu satu minggu atau kalu terlalu pendek mungkin bisa dalam kurun waktu sebulan🙂 ). Kemudian, hal yang bersangkutan dengan rohaniah, dalam kurun waktu tersebut seberapa banyak amalan ibadah yang telah dikerjaan atau ekstrimnya seberapa banyak dosa yang dilakukan.. hehehe..

Kenapa ini perlu?, bukankah semakin bertambahnya usia semakin dekatnya kita kepada kematian. Lalu apa yang akan kita bawa sebagai bekal ketika kita mati nanti?. Waktu ibarat sumbu petasan sekali dinyalakan (berarti kita lahir dibumi ini)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s