Minyak tanah bersubsidi

Senin 3/11, pagi hari ketika menengok drum-drum minyak tanah yang biasanya tertata di depan rumah salah satu tetangga tiba-tiba hilang (halaman rumah nampak bersih tidak ada lagi drum minyak tanah dan dirigen-dirigen kosong menumpuk). Iseng-iseng tanya kepada pemilik depot minyak tanah dan gas tersebut, kata beliau untuk minyak tanah bersubsidi sudah tidak ada lagi untuk wilayah kota, dan memang benar beberapa bulan yang lalu sebelum ramadhan memang di daerah ini telah di bagikan kompor dan gas tabung LPG ukuran 3 kg untuk setiap kepala rumah tangga (jangan harap mendapatkannya kalo bukan penduduk asli sana alias dibuktikan dengan surat KK domisili.. sempet nawara juga sih.. kira-kira saya dapet nggak ya?? kakak saya kan sudah pasutri di sini 😀 ).

Hmm.. dari pernyataan pemilik depot minyak tadi.. harga asli minyak tanah perliter tanpa subsidi sekitar 8ribu rupiah, haa..? ternyata lebih mahal dari pada premium dan solar. Padahal yang saya ketahui walaupun sudah menggunakan kompor gas, beberapa ibu rumah tangga masih menggunakan kompor minyak tanah untuk memasak (termasuk ibu saya di kampung juga demikian walau sudah langanan gas kuran 14 kg namun dikampung saya belum ada jatah kompor gas gratis, atau malah memang bukan masuk daerah konversi mitan ke gas).

Lihat saja anggaran subsidi BBM yang diumumkan beberapa hari lalu di media masa, jumlah yang tidak sedikit. Walaupun harga minyak dunia turun, namun kurs rupiah melemah hingga ke level 10ribu perdolar. Sebenarnya konsumsi mitan itu lebih banyak di pakai rumah tangga atau industri ya..? atau bahkan kombinasi antara rumah tangga dan industri sehingga menjadi industri rumah tangga?? lalu siapa dong yang selama ini menikmati subsidi..? lalu mengapa harga-harga makanan jadi ikut naik dengan alasan bbm mahal, kan sudah di subsisdi?.. waduh-waduh kembali ke prinsip ekonomi “mengeluarkan sedikit memperoleh lebih banyak” tau deh.. 😦

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s