Iklan politik

Salam politik ..!, sudah menjadi sajian setiap hari ketika mengawali aktifitas di setiap pagi. Lalu sajian apakah itu?, iklan parpol dan iklan bakal calon legislatif. Hampir di setiap pinggir jalan, di persimpangan jalan, di pohon-pohon, di pagar-pagar rumah, dan dimana saja pokoknya yang dapat dilihat oleh kasap mata sudah menjadi hiasan iklan partai politik.

Unsur kerapian, nampaknya dengan iklan-iklan seperti ini wajah kota tidak semakin cantik, namun semakin ruwet. Taman-taman yang ada di jalan-jalan yang dulunya indah, hijau, bersih.. sekarang tertutupi bendera-bendera partai, pohon-pohon yang terawat bercat putih di sepanjang jalan.. nampak kotor dengan beberapa banner yang di paku, tembok-tembok pinggir jalan yang dulunya bersih sekarang penuh dengan tempelan-tempelan kertas yang lusuh (mungkin akibat hujan dan panas, tau pun tangan-tangan pejalan kaki yang dengan sengaja berjalan semabari menyobeknya)

Perhatiakan, dalam satu sudut perempatan jalan.. setidaknya terdapat 4-6 banner besar dengan warna corak khas partai dan foto-foto para calon legislatif (ladang rejeki bagi para pemain bisnis digital printing outdoor). Ada juga salah satu partai memasnag banner besar mungkin 2×3 meter, berisi semua nama calon legislatif sesuai dengan daerah pimilihannya.

Seberapa efektif ikaln-iklan ini dilakukan, apakah simpati masyarakat akan tertarik?. Memang, ini adalah cara jitu mengenalkan para celeg-caleg kepada masyarakat. Tidak salah, memang hal semacam ini “diijinkan” dan berjalan hingga saat pemilihan nantinya.

Kenali wajahnya dan namanya. Barang kali hampir seluruh iklan partai politik menampilkan foto dan nama (sesuai dengan urutannya dan nama lainnya tidak ditampikan.. heheh.. biar jelas). Sedikit bahkan jarang yang menampilkan visi-misi yang diangkat. Lalu bagaimana pemilih bisa mengetahui visi-misi calonnya? ya.. mudah saja.. dikampung saya, “rajin-rajin” mengunjungi perkumpulan-perkumpulan warga, maupun organisasi masyarakat. Jangan heran kalu salah satu pembicara dalam kegiatan tersebut adalah calon legislatif :D.

Lalu seberapa ideal anda mengenali calon legislatif, idealnya pemilih adalah “raja”, bebas memilih dan bebas dari pertanyaan mengapa anda memilihnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s