Kelahiran dan kematian silih berganti

Jumat 20/3, hari ini nampak sangat berbeda. Masih menyisakan rasa sakit setelah kram kaki menyerang tadi malam sekitar pukul 11 malam, untuk yang pertama kalinya terjadi. Mungkin terlalu letih setelah sehari sebelumnya melakukan aktifitas yang tidak biasa dilakukan instalasi kabel audio-video sepanjang 90mx2 dan hari ini absen dari jadwal rutin senam aerobik pagi.

Dua berita menghampiri suasana kerja yang baru saja saya mulai. Yang pertama datang adalah berita duka dari famili salah satu rekan kerja (beliau duduk disamping kiri meja saya). Innalillahi wa inna illaihi rojiuun, seketika itu pula rencana takziah disepakati pukul 11 siang.

Dengan bersepeda motor bersama 10 rekan lainnya berangkat menuju ke rumah duka. Rumah beliau tidak jauh dari stadion lapangan bola Maguwoharjo Sleman. Terik matahari yang menyengat, serta udara yang panas menjadi terbiasa karena memang beberapa hari terakhir ini cuacanya sangat tidak nyaman. Sesampainya di rumah duka kami bercakap-cakap sebentar sembari menunggu waktu Jumatan. Hamparan sawah masih sangat luas dan empang berisi ikan tawar hampir ada di setiap pekarangan rumah warga menjadi pokok pembicaran kami (pembicaraan ini juga sering mewarnai di tempat kerja). Setalah selesai melaksanakan ibadah sholat Jumat, lalu kembali kerumah duka dan melakukan sholat jenazah lalu kemudian berpamitan.

Berita yang kedua saya peroleh dari mail forum, disebutkan disana bahwa salah satu rekan kerja dibagian yang lain tadi malam baru saja melahirkan seorang putri. Alhamdulillah, tambah satu lagi seoarang ibu. Walau dari bagian yang berbeda namun saya cukup akrab dengan beliau sehingga ada keinginan untuk menjenguk beliau lebih awal (disamping itu pula kebetulan pondok bersalin tidak terlalu jauh dengan dimana saya tinggal). Sesampainya disana, warna-warna wajah kegembiraan menyambut, melihat bayi perempuan yang mungil tertidur dan masih terbungkus kain yang rapat. Tidak jauh berbeda dengan di tempat kerja, bersendau gurau, dan bercerita proses kelahiran sambil diselingi ejekan-ejekan ringan, sangat hangat sekali berkumpul dengan mereka.

Ajal tidak ada satu orang pun tahu kapan datangnya, ketika isyarat-isyarat melalui kejadian sebelumnya maupun dari mimpi terkadang di cocok-cocokkan demmikian disebut-sebut sebagai firasat. Tak jauh beda dengan kelahiran walaupun secara medis usia kandungan adalah 9 bulan terkadang belum tentu tepat, bisa saja belum genap 9 bulan atau bahkan bisa lebih dari 9 bulan.

Tidak ada suatu apapun yang dapat menghalangi jika Tuhan telah berkehendak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s