Bersekutu dengan setan

07/04/2009

Dalam sebuah potongan lirik lagu ciptaan Ebiet “aku telan yang bukan milikku”, yang juga saya lihat dalam sebuah acara motivasi di sebuah stasiun tv. Mengingatkan kita tentang apa yang sebenarnya selama ini yang telah kita peroleh. Dalam keseharian mungkin kita tidak teralu ingat apa-apa yang kita ambil dari mana asal usul itu semua, yang kita tahu hanya hasil akhir yang pantas, yang patut kita harus terima.

Memang terlihat rumit, ketika memilah-milah mana hak dan mana yang tidak hak. Umum, biasa, wajar, adalah alasan yang sering muncul. Bukan berarti dengan alasan tersebut menjadikan sesuatu yang haram menjadi halal, mungkin juga ada yang berpendapat itu hanya ringan dan kecil.

Mulailah berlatih lebih teliti dalam menerima apa yang diberikan, tidak semua apa yang didapat adalah rejeki yang halal, baik dari cara mendapatkannya maupun unsur-unsur yang membentuknya. Ingat setan selalu menipu manusia dengan tipuan-tipuan yang manis dan halus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s