Ketika manusia bertasbih

Tidak hanya cinta yang bertasbih..

Manusia tercipta dengan sempurna memiliki akal dan fikiran namun disisi lain dilengkapi nafsu. Maha Adil, dengan segala kelengkapannya manusia diberi jalan sendiri untuk memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Namun tidak dibiarkan begitu saja oleh sang penciptanya, manusia juga diberi pedoman (kitab) untuk dijadikan sebagai pegangan hidupnya selama dia hidup. Jikalau manusia mengikuti tata cara hidup seperti aapa yang telah dituntunkan dalam kitab maka dia akan selamat dikehidupannya baik di bunia maupun di akhirat nanti.

Godaan, tidak akan mulus jalan kehidupan setiap manusia. Sudah ada sejak jaman dulu sesuatu itu terdiri dari dua unsur yang berkebalikan dalam terminologi Cina dikatakan Yin dan Yang. Seberapa banyak orang disekitar anda yang anda kenal dengan baik dan sebarapa banyak pula orang disekitar anda yang anda kenal adalah buruk..?. Apakah anda akan bergaul dengan cara yang sama pada kedua golongan tersebut?. Lalu pertanyaannya adalah, apakah anda sudah menjadi baik bagi teman-teman anda?,  sodara kerabat yang jauh maupun yang dekat?.

Menjadi baik bukan berarti mendeklarasikan diri sendiri bahwa dirinya baik, kepada siapa?. Menjadi baik adalah ketika orang-orang disekeliling anda menghormati kehadiran anda, merasa senang saat berada didekatnya dan tidak ada prasangkayang buruk ketika berbicara dengannya. Secara otomatis baik akan melekat kepada diri ketika orang disekeliling anda telah sepakat. Baiklah, baik dan tidak saya rasa itu hanya urusan pribadi. Berlatihlah melihat orang dengan pandangan yang baik jangan melihat berdasarkan profesi, gender, status sosial dll.

Tuhan telah menetapkan waktu (setidaknya 5 waktu dalam sehari) agar hambanya menghadap kepada-Nya. Tuhan akan senang apabila hambanya menambah waktu-waktu itu, mengapa kita enggan melakukannya. Bertasbih, pekerjaan mudah bernilai ibadah tinggi.

Iklan

4 thoughts on “Ketika manusia bertasbih

  1. baik buruknya seseornag tergantung pada bagaimana dia menjalani kehidupannya, jika ia memilih jalan yang buruk maka buruk lah dia, tapi jika memilih jalan yang benar maka selamatlah dia. Seseorang tak kan bisa menilai dirinya sendiri akan tetapi orang lainlah yang menilainya

  2. saya rasa sebelum dinilai oleh oarang lain lebih baik menilai diri sendiri terlebih dahulu, jika menunggu penilaian orang lain .. bukankah terlalu lama..?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s