Prasangka

18/05/2009

Sudah menjadi sifat manusia sejak dia diciptakan memiliki prasangka. prasangka terbagi menjadi dua, prasangka yang baik dan yang buruk. Ada kalanya manusia berprasangka baik dan begitu pula sebaliknya. memiliki prasangka yang baik membuat hati menjadi bahagia dan tenang, sedangkan ketika memiliki prasangka yang buruk membuat hati menjadi keruh, gundah, gelisah, dan penuh nafsu yang jahat.

Subhanallah, manusia telah di bekali dengan akal. Akal manusia dapat berpikir dan dengan akal manusia dapat mengendalikan isi hatinya. Saat ini atau saat yang lampau memupuk prasangaka baik dalam hati tidak lah mudah apalagi saat ini semakin banyak media yang dengan cepat dapat mempengaruhi hati manusia. Sepertinya misalnya media masa baik cetak maupun elektronik lebih-lebih berita gosip. Hingga saat ini, yang menjadi tren yaitu situs jejaring pertemanan. Dimana manusia dapat berinteraksi tanpa harus bertatap muka secara langsung memasang status, memberi komentar, terkadang menggunakan kata-kata yang sulit di mengerti sehingga menarik simpati. Dalam pergaulan yang lebih dekat pun tak lepas dari godaan-godaan prasangka buruk, dalam lingkungan kerja dan tetangga berita-berita yang tersebar dari satu orang ke orang lain padahal maksud nya adalah hanya “bercanda” namun menjadi salah arti ketika hati lagi sedang panas. Bertutur kata yang baik pula santun, akan lebih terasa indah dari pada maksud yang baik namun di sampaikan dengan bumbu canda, yang terkadang canda ini yang lebih mudah masuk dalam hati dan menimbulkan salah arti.

Manusia selalu berubah, hal yang paling sering terlihat adalah hati. Hati yang mudah bolak-balik, hal ini memang sudah menjadi bawaan dari sejak lahir. Seperti iman yang kadang naik dan kadang pula surut. Nah disinilah manusia di ingatkan untuk selalu berdzikir, ketika hati gundah iman menjadi surut, penawarnya adalah dzikir. Ketika berdzikir, hati menjadi tenang bahwa tidak ada kekuatan lain selain milik Allah SWT. Dengan ijin-Nya hal yang terlihat sulit bagi manusia bisa menjadi mudah dn begitu pula sebaliknya hal yang terasa mudah bagi manusia namun bila Allah SWT tidak mengijinkan maka akan sulit diraih.

Tidak salah manusia harus terus dilatih untuk berprasangka baik, ini yang selalu di tekannkan dalam setiap ceramah-ceramah ruhani. dengan memmiliki prasangka yang baik kejadian buruk ataupun hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak akan terasa ringan karena tersadar bahwa Allah SWT yang telah mengatur semua dan tidak akan ada lagi kekhawatiran bahwa tidak akan ada jalan keluar bagi masalah yang sedang manusia hadapi.

Satu Tanggapan to “Prasangka”

  1. nita Says:

    prasangka..oh..prasangka.. memang sudah sifat manusia..šŸ˜¦


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s