Keluhan

Popularitas facebook makin meningkat dari hari-kehari, mulai dari tayangan talk show tv (baik tv lokal maupun nasional) selalu manmpilkan banner facebook untuk mengirim pesan atau komentar, hingga konten provider selular. Barangkali saat ini kalo ada orang yang ngga punya akun di facebook, malah jadi minder 😀 .

Tren yang selalu berubah. Dulu sebelum era facebook berkibar, saya mengenal friendster dan jangan heran daftar teman hanya sampe di angka seratus.. :D. Kemudian yang sejenisnya (jajaring sosial) pun hanya sebatas nampang profil nya saja.. karena di-undang (invite) dari rekan yang lain melalui email.

Silaturahmi. Apa benar?, beberapa komentar yang saya dengar dalam program tayangan Khazanah (Rabu pagi),  mengatakan bahwa situs-situs semacam ini adalah untuk mengeratkan tali silaturrahmi yang mungkin terputus karena tidak pernah bertemu dan lokasi domisili yang jauh. Bertemu dengan teman lama, ya.. pengalaman yang sama kebanyakan memang dari teman-teman yang dulu pernah sebangku waktu masih duduk di TK hingga kuliah, rekan kerja dan dari teman yang lain seprofesi, sedaerah, sehobi dll. Namun yang namanya dunia maya.. ngga sepenuhnya bisa digunakan dengan baik dan benar.. terkadang juga kita menemukan hal-hal yang kurang baik. Dan hal-hal yang kurang baik ini mungkin oleh MUI dianggap perlu untuk bertindak mengeluarkan fatwa. Boleh dibilang saya sangat setuju dengan apa yang di khawatirkan oleh MUI, dengan memiliki akun di situs jejaring sosial seperti facebook mau tidak mau akan menyedot perhatian pemiliknya seperti pasang status, memberi komentar, melihat-lihat akun lainnya, dll yang intinya akan membutuhkan waktu yang tidak pendek bahkan mungkin bisa dibilang ingin mengecek akunnya setiap menit :D, menjawab quiz yang ngga penting, menyita waktu jam kerja, dll.

Sudah menjadi hal yang umum, pelayanan publik yang tidak memuaskan akan menjadi bahan gunjingan. Menyebar dari orang satu ke orang yang lainnya dengan cepat. Surat pembaca di media masa contohnya, orang bebas menulis keluhan terhadap pelayanan yang ia alami. Tak berbeda dengan Prita, seorang wanita yang mengeluhkan pelayanan sebuah rumah sakit kepada rekannya melalui email yang berbuntut ia di penjara. Dalam banner berita tv di tayangkan tidak kurang dari 50.000 facebooker mendukung Prita.. :D.Nampaknya negeri ini perlu undang-undung perlindungan bagi yang menyampaikan keluhan, sehingga tidak lagi terjadi seperti apa yang dialami oleh Prita.

Iklan

4 thoughts on “Keluhan

  1. kebenaran akan selalu menang walupun.. butuh waktu dan pengorbanan yang tidak sedikit.. selamat buat bu prita, semoga tak ada lagi rs yang menelantarkan orang sakit.

  2. kembali lagi ke status sosial yang mempengaruhi, jika ia kaya maka segala fasilitas ia dapat bahkan biaya rs dapat di bayar sekembali ke rumah. orang miskin harus punya kartu miskin kalupun tidak begitu tidak boleh pulnag kalo biaya rs belum dilunasi.

    hmm… andai saja negara mau membri jaminan sosial bagi warga negara nya.. “hope”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s