Repotnya masak

Sabtu 07/11, sehabis main dari tempat kerja mampir ke pos keamanan sekedar beramah-tamah dengan bapak-bapak yang seketika itu berada disana. Bercerita kalau bapak-bapak habis dari tempat mancing dan membawa hasil pancingan. Iseng, ditawari untuk dibawa pulang. Hmm.. sejenak berpikir.. mau dimasak apa? toh juga belum pernah sengaja masak beneran (kecuali : masak air dan bikin mi instan 😀 ). Pukul empat sore akhirnya, dua ekor ikan bawal sebesar telapak tangan di bawa pulang, sambil mikir dijalan ketika berkendara pulang mau dibikin apa lagian dirumah tak ada rempah-rempah untuk masak.

Sesampainya di rumah, sudah terbayang dalam pikiran untuk di goreng garing saja. Pisau, plastik dan piring, sudah sedia sambil mengingat masa lalu ketika masih di rumah bebrapa puluh tahun yang lalu membantu ibu mengolah ikan bandeng. Mulai mebelah bagian perut (namun sayang, pisau kurang tajam.. 😀 ya terang saja tidak pernah di asah dan biasanya hanya untuk keperluan potong roti) semerbak bau amis sudah mulai tercium, isi perut sukses dikeluarkan, lanjut mengikis sisik ikan… wah ini bagian yang seru, sisik ikan nyebar kemana-mana :D. Oke, keduanya sudah bersih dan siap di goreng namun ada yang kurang… hmm yup garam. Hadduh, pergi ke warung yang ada garam balok isi 10 biji, hah.. buat apa beli sebanyak itu akhirnya urung untuk beli.

Tak ada wajan panci anti gores pun jadi, minyak dituang dalam panci lalu hidupin kompor. Begitu minyak panas, ikan dimasukkan ups…. lari…! hahaha.. bunyi pletak-pletok minyak panas muncrat kemana-mana. Hingga menjelang maghrib baru selesai dan bau minyak goreng menyelimuti ruangan. Dinding, lantai, kompor terdapat bercak-bercak minyak.. fyuuhh.. langsung saja dilap.

Break untuk mandi lalu shalat maghrib. Pukul 18.40, menanak nasi (kalo ini sih otomatis tinggal masukkan beras ke magic comb tunggu beberapa menit langsung jadi nasi). Satu jam kemudian, Bawal goreng, nasi putih hangat, kecap manis dan saus sambal siap disajikan. Hmm.. teringat ibu di kampung begitu repotnya nyiapin makan untuk keluarga. Dan selamat makan malam.

Iklan

4 thoughts on “Repotnya masak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s