Lebaran haji

22/11/2009

Bulan Dzulhijah, tepatnya pada bulan ini seluruh umat muslim di seluruh penjuru sangat menantikan dan mengharapkannya, doa-doa dipanjatkan berharap mendapat panggilan yang suci menyempurnakan rukun islam yang ke 5. Puncak kesempurnaan rukun islam adalah menunaikan ibadah haji (bagi yang mampu) yang menjadi cita-cita setiap insan muslim. Usia yang semakin senja, kesehatan yang tak lagi sempurna tak menahan niat para umat-Nya untuk menyempurnakannya.

Ibadah lain yang juga hanya di lakukan pada bulan Dzulhijah adalah berkurban, yang tidak lain untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta. Berkurban adalah sunnah (tidak wajib) bagi orang yang mampu, bahkan orang yang sedang dalam mengerjakan ibadah haji sekalipun. Disampingitu puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, dikerjakakan bagi umat yang tidak menjalankan ibadah haji.

Mengingat kembali asal muasal kurban, yaitu pada masa Nabi Adam AS yang memiliki dua orang putra bernama Habil dan Qabil. Keduanya memiliki sifat yang berbeda, Habil memiliki ahlak yang mulia sedangkan Qabil lebih cenderung bahil dan pendendam. Habil adalah seorang pengembala kambing dan saudaranya Qabil adalah seorang petani buah-buahan. Suatu ketika Allah memerintahklan keduanya untuk mengorbankan sebagian hasil dari usahanya. Habil dengan tulus ikhlas memilih hewan yang gemuk dan sehat, sementara Qabil memilih buah-buahan yang busuk. Ternyata yang diterima oleh Allah adalah kurban yang dikeluarkan oleh Habil sedangkan milik Qabil tidak diterima. Pada masa Nabi Ibrahim, ketika menerima perintah untuk menyembelih putranya Ismail. Ddengan ikhlas dan tulus perintah tersebut dijalankan namun seketika itu pula Ismail di ganti oleh Allah dengan seekor kambing.

Menyisihkan sebagian dari apa yang dimiliki untuk kemudian dipergunakan dijalan Allah adalah upaya untuk selalu dekat diri kepada Allah. Atas limpahan nikmat yang telah diberikan sejak lahir hingga saat ini, maka sepatutnya kita berkurban.

Selamat menunaikan ibadah haji bagi yang berangkat ke tanah suci semoga menjadi haji yang mabrur, selamat menunakan ibadah puasa Arafah dan selamat hari raya Idul Adha.

3 Tanggapan to “Lebaran haji”

  1. Pasang Iklan Says:

    pada bulan haji seperti ini.
    negara yang paling ramai dikunjungi adalah negara arab saudi sana
    dimana kiblat umat islam berada disana, yaitu ka’bah.

    bnyak umat islam yang mampu menjalankan rukun islam yang ke 5 ini.
    dilihat dari segi peningkatan pelayanan pada umat haji asal Indonesia,
    tahun ini pelayanan yang dirasakan umat islam asal indonesia meningkat.
    soal konsumsi serta penginapan yang mereka tempati sudah cukup standart,
    walaupun masih banyak kekurangannya.
    kekurangan ini kita bisa wajarkan, karena panitia masih saja terus membenahi pelayanan yang mereka layani.

    semoga saja tahun depan pelayanan haji yang akan diberikan oleh pemerintah bisa lebih membaik lagi.
    apalagi kabarnya ongkos naik haji tahun depan akan dinaikan.
    ini dikarenakan penginapan yang akan ditemapati oleh para jama’ah asal indonesia berada lebih dekat.

    semoga para jema’ah yang melaksanakan haji tahun ini dihadikan haji yang mabrur dan selamat sampai kembali ke Indonesia.

    Iklan

  2. alifaiq Says:

    doa kami akan selalu “semoga penyelenggaraan ibadah haji tahun depan akan lebih baik dari tahun ini”.😀

  3. dir88gun Says:

    Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Saudaraku di seluruh penjuru dunia maya,
    Tanpa terasa, untuk sekali lagi, Idul Adha telah berlalu dari hadapan kita.
    Idul Adha…
    Simbol pengorbanan ikhlas dari seseorang untuk sesuatu yang dicintainya.
    Gema perjuangan baru setelah kita menjalani simulasi perjuangan di bulan Ramadhan.
    Sebuah momentum awal, untuk kesekian kalinya, guna mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.

    Sekarang, mari kita renungkan sejenak,
    Sudahkah kita mengorbankan ego diri kita untuk memperbaiki keadaan umat?
    Sudahkah kita mengorbankan kepentingan dunia kita untuk memenuhi kebutuhan akhirat?
    Sudahkah kita mengorbankan kehidupan maksiat kita untuk kembali memperjuangkan syariat?
    Sudahkah kita mengorbankan sebagian rizqi yang telah diberikan kepada kita untuk bersyukur atas segala nikmat?

    Ingat saudaraku,
    maut dapat menjemput kita dimanapun dan kapanpun,
    seperti kita lihat telah dialami oleh hewan-hewan ternak ketika Idul Adha.
    Untuk itu, apabila kita belum mewujudkan rasa syukur kita,
    MARI KITA “BERKURBAN” SESUAI DENGAN KEMAMPUAN KITA SEKARANG JUGA!

    Ketahuilah saudaraku,
    The man who seeks the world
    will get nothing except fading shadows.
    But…
    The man who walks the path of heaven
    will rule over everything.
    yang intinya, gunakanlah duniamu untuk akhiratmu!

    Selamat hari raya Idul adha.
    Semoga Allah memberikan keikhlasan dan kekuatan kepada kita untuk berkurban.
    Dan semoga setiap pengorbanan yang kita lakukan dibalas dengan sebaik-baiknya.

    Mohon maaf jika ada perkataan yang salah atau kurang berkenan.
    Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya, jazakallah.

    Wassalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    http://eramuslim.com/nasihat-ulama/ustadz-fathuddin-ja-far-meneladani-konsep-pembangunan-nabi-ibrahim.htm
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/24/tunduk-dan-berkorban-demi-tegaknya-syariah-dan-khilafah/
    http://muslim.or.id/

    _____________________________________
    INDONESIA GO KHILAFAH 2010
    “Begin the Revolution with Basmallah”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s