Surat ijin mengemudi

08/12/2009

Pada sebuah seleberan hvs berukuran a4 yang tertempel pada meja kaca disebuah kios. Memuat informasi pembuatan SIM A dan C plus tertera harga beberapa ratus ribu rupiah. Menurut si empunya kios, cukup tinggal daftar lalu pastikan tanggal kapan ambil foto (baca: difoto) lalu sim A atau C sudah ada ditangan.

Hmm.. barangkali ini adalah sosialisasi kepada masyarakat untuk sadar memiliki “sim”. Mengingat kesadaran pengemudi di negeri ini dalam memiliki sim sangat rendah😀 dan juga usia pelajar 9 th juga sudah terbiasa dijumpai mengendarai kendaraan untuk pergi kesekolah.

Seingat saya dulu ketika mendapatkan sim C yang pertama, terdapat beberapa prosedur yang diantaranya tes tulis dan tes praktik. Tentu saja tes tulis seputar rambu-rambu lalu lintas dan tes praktik berkendara melewati rintangan pipa yang diatur zig-zag dan pada ujung lintasan memutar angka delapan lalu balik lagi ke posisi start. Bagian terakhir konvoi di jalan raya dengan mengenakan kain didada bertuliskan nomor urut tes. Persyaratan yang lain kalo tidak salah adalah tidak menggunakan kacamata. Meskipun demikian, tetap saja pada waktu itu ada saja yang mealui “jalur belakang”.

Apakah ada keterkaitan antara mudahnya mendapatkan sim dengan tingkat penggunaan kendaran bermotor?, apalagi dihubungkan lagi dengan kapasitas jalan yang sudah tidak muat lagi hingga penghijauan di pinggir jalan dan trotoar untuk pejalan kaki di libas untuk pelebaran jalan. Belum lagi kalo di hubungkan dengan tingkat polusi udara dengan semakin meningkatnya pengguna kendaraan bermotor. Hmm..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s