Sandal karet

16/03/2010

Teringat peristiwa maut pembagian zakat yang terjadi beberapa waktu yang lalu, kemudian pembagian sembako yang ujung-ujungnya pun jatuh korban. Hingga pembagian dana BLT pun sama saja. Memang kebanyakan masyarakat tersebut dari golongan yang kurang mampu dan sudah sewajarnya mendapatkan bantuan. Namun sangat disayangkan peristiwa ini melibatkan orang-orang yang sudah tua (lanjut usia) dan anak-anak yang masih kecil yang bisa dilihat mereka takkan kuat mengantri diantara desakan orang-orang dewasa, udara yang panas dan dibawah teriknya matahari.

Tak hanya urusan perut, katakanlah seperti alat komunikasi. Dari sebuah iklan yang menawarkan produk komunikasi murah pun menjadi kerumunan orang yang sangat luar biasa. Mereka rela mengantri, berhujan-hujanan, hanya ingin mendapatkan ponsel murah padahal banyak dari mereka pun telah memiliki ponsel pribadi. Kebanyakan dari masyarakat ini berkategori mampu.

Baru-baru ini, sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta menawarkan potongan harga hingga 70% terhadap sebuah produk sandal karet. Tak kalah menariknya, minat masyarakat pun sangat tinggi. Mereka mengantri, bahkan sebelum jam buka, dan ada yang membawa anak-anak. Salah satu reporter stasiun tv swasta nasional berhasil mewawancarai seorang wanita yang telah membeli 1,7jt (setelah diskon sekitar 2jt) hanya untuk 7 pasang sandal karet. Bila dicermati, dengan potongan harga yang mencapai 70% pun ternyata harganya masih berkisar ratusan ribu. Boleh dibilang kondisi masyarakat ini kategori menengah atas.

Sekali lagi negeri ini pasar yang baik (potential market) bagi para produsen, apa lagi dengan diberlakukannya CAFTA yang pada hari-hari mendatang akan lebih sering kita jumpai produk-produk asal negeri tirai bambu tersebut. Bagi masyarakat cermatlah dalam mengkonsumsi barang-barang kebutuhan hidup. Ayo..!  cintai dan beli produk dalam negeri.

8 Tanggapan to “Sandal karet”

  1. alifaiq Says:

    pas lagi musim hujan, jadi pilih yang tidak mudah cepat rusak..

    waduh.. iklan bo’😀

  2. linda Says:

    Ironis banget ya bang Ali….sementara di luaran sana masih banyak yang mesti memeras keringat untuk mendapatkan sesuap nasi dan seteguk air

  3. alifaiq Says:

    yang baik, proporsional saja deh..

  4. wida Says:

    Hmmm….pandai menulis juga mas ali ini. Teruskan mas…bisa cocok jadi produser berita neh..

  5. dphee Says:

    Merknya crocs tuh ya? Ga banget deh ya..tanah abang 18rb,mas..sini biar aq beliin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s