Wacana

Sepertinya bangsa ini mulai gemar berdiskusi berbagai isu-isu publik yang menjadi wacana dan hangat dibicarakan, tentu dalam hal ini media menjadi alat yang paling penting dan cepat dalam penyebarannya. Tak hanya media konvensional seperti tv, koran, dan media cetak lainnya namun telah merambah melalui media jejaring sosial seperti facebook dan twitter.

Sebut saja isu listrik gratis yang beberapa waktu lalu pernah di gagas, sebagian warga tentu sangat senang sekali akan tetapi sebagian warga lain dengan daya sedikit diatasnya yang notabene selisih perekonomiannya tidak jauh berbeda (tidak semua sih..) tidak senang dengan rencana tersebut karena tidak ikut gratis. Jelas bagi mereka hal ini menimbulkan diskriminasi.

Hukuman mati bagi koruptor yang saat ini masih menjadi kontroversi, yang katanya secara normatif undang-undangnya telah ada namun hingga saat ini belum ada tuh yang dijatuhi hukuman mati (kalo tidak salah hanya kasus narkoba dan terorisme saja). Namun kalo dihubungkan dengan HAM memang rada2 sadis juga sih 😀 .

Pembangunan gedung DPR baru yang sedianya akan menghabiskan dana 1,1 triliun langsung mendapatkan kontra dari rakyat, hmm.. Boleh dibilang akhir-akhir ini Indonesia sering dilanda musibah bencana alam yang mengakibatkan rakyat kehilaangan harta benda termasuk rumah tempat tingal. Tinggal di pengungsian tentu tidak untuk waktu yang cukup lama dan mereka pun harus kembali membangkitkan perekonomian hidupnya. Tak pantas..

Pemindahan Ibukota, Jakarta dirasa makin sesak, permukaan tanah semakin turun tiap tahunnya, masalah kesenjangan sosial yang kian tajam, kriminalitas sangat tinggi, taraf kesehatan menurun, ditambah lagi gangguan jiwa meningkat :D. Menengok dari negara lain yang pernah memindahkan ibukotanya memang pernah dilakukan sih, namun bila tidak diimbangi dengan rencana yang baik bukan tidak mungkin tempat baru menjadi tidak layak lagi.

Pungutan pajak terhadap penyedia makanan memang terkutip dalam pasal 23 UU No 28/2009 tentang Pajak Daerah: Restoran adalah fasilitas penyedia makanan dan/atau minuman dengan dipungut bayaran, yang mencakup juga rumah makan, kafetaria, kantin, warung, bar, dan sejenisnya termasuk jasa boga/katering. Usulan Warteg akan dikenai pajak 10 persen ditentang sebagian besar pelanggan warteg, yang mana warteg ini populer di kota-kota di Jawa khususnya. Teringat sekitar tahun 2005/2006 pada waktu itu di Semarang diberlakukan pajak terhadap penyedia tempat kos (waktu itu masih mendiami tempat kos di daerah Tembalang) yang diatur oleh pemerintah daerah setempat.

Isu-isu publik diatas hanya sebagian kecil dari sekian banyak isu yang berkembang di bangsa ini. Adabaiknya memang isu tersebut dikemukakan ke publik sehingga menjadi wacana, namun biasanya hanya sampai tingkat diskusi atau perdebatan saja lalu menghilang :D, isu pengalihan perhatian publik terhadap kasus yang besar dan sedang panas dibicarakan bisa juga sih seperti itu. Mengutip dari kata-kata Butet (Sentilan-Sentilun), “Jas biru, jangan sering-sering membuat rakyat bingung.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s