Bakmi Kadin, Bintaran

23/12/2011

Bakmi Jawa memang sangat legendaris, dimasak dengan bahan bakar arang kayu lalu bara arang dikipasi menggunakan kipas bambu. Aroma bumbu dan bau arang berpadu menjadi satu menghasilkan perpaduan aroma bau masakan yang khas. Penjaja bakmi jawa biasanya memulai aktifitasnya menjelang petang atau sore hari, baik yang menggunakan gerobak (pedagang kaki lima), dipinggiran jalan (trotoar), hingga yang sudah memiliki tempat permanen (ruko). Untuk makan sore atau makan malam sangatlah pas dan cocok menikmati makan yang hangat seperti bakmi godhog, suasana yang menjelang dingin sambil menikmati lampu-lampu kendaraan yang lalu lalang di jalan.

Salah satu tempat makan bakmi jawa di Jogja yang cukup populer bisa dicoba di daerah Bintaran, tepatnya di sebelah Kantor Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Yogyakarta di jalan Bintaran Kulon (dari jembatan Sayidan ke arah timur). Nah.. barang kali karena tempat jualnya bersebelahan dengan kantor ini dan masakannya enak sehingga terkenal menjadi nama Bakmi Kadin, yang berarti bakmi jawa yang dijual dekat daerah kantor Kadin. Namun, ketika berada di sana akan nampang foto kuno (Mbah Karto dan Pak Rochadi) yang mungkin pendiri atau pelopor penjual bakmi jawa ini, lalu untuk mengenang beliau atau menyebut jualan bakmi jawa emreka berdua kedua nama tersebut dipadukan menjadi satu sehingga bernama bakmi “Kadin”.

Ada yang istimewa dalam bakmi Kadin (yang sudah berjualan sejak 1947) selain mie-nya yang kenyal dan suwiran daging ayam kampung dan daging bebek, yaitu memakai telur bebek. Walaupun tambahan telur bebek ini adalah opsional (bisa pakai telur atau tidak) disarankan patut dicoba😀. Satu porsi bakmi jawa dengan telur bebek seharga 17 ribu rupiah, baik yang goreng maupun godhog. Namun bakmi ini baru menu yang biasa, setidaknya masih ada dua menu lagi diatasnya yaitu bakmi istimewa dan bakmi spesial😀. Tempatnya cukup luas, kata orang-orang warung ini selalu penuh dan antrinya lama kalo menjelang malam, ditambah ada penampilan grup musik yang menyanyikan lagu-lagu lawas. Kebetulan ketika sampai disana menjelang sore sekitar jam 5 jadi belum ramai.

Selain menyajikan bakmi (goreng/godhog) ditempat ini juga menyediakan minuman khas jawa, seperti wedhang bajigur dan wedhang tape. Dua minuman ini sangat jarang ditemui, karena memang jarang yang jual hehehe.. Nah.. selamat mencoba.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s