4

Jadwal Perjalanan Kereta Api, 2013

kaiGenap satu bulan ini seluruh jadwal perjalanan kereta api mengalami perubahan (tepatnya per 1 April 2013). Walaupun sudah diumumkan sejak diawal tahun 2013, beberapa bulan yang lalu, masih saja menjadi berita hangat pembicaraan khususnya bagi para pelanggan kereta api. Sebagai salah satu pengguna jasa layanan PT Kereta Api setidaknya lebih dari dua tahun terakhir ini, berikut informasi mengenai perubahan jadwal perjalanan kereta api yang baru anggap saja ini sebagai pengingat atau catatan sehingga rekan-rekan bisa lebih mempersiapkan secara perjalanan anda. Sebagai catatan artikel ini hanya menyebarkan informasi perubahan jadwal perjalanan kereta api saja, bukan mengenai cara memesan tiket atau pun panduan langkah demi langkah pemesanan tiket.

Berikut ini adalah alternatif melihat jadwal perjalanan kereta api yang dapat anda lakukan secara mandiri melalui komputer atau telepon pintar milik anda:

  1. Ebook, dapat diunduh melalui link Ebook Perjalanan Kerera Api 2013
  2. Akses online, melalui Situs Resmi Reservasi Tiket PT Kereta Api

Nah apabila rekan-rekan berada di Yogyakarta pastinya sudah hafal jika melakukan pemesanan tiket dengan datang sendiri ke Stasiun Tugu, alamattt.. antrinya banyak sekali apalagi kalo datangnya sore hari. Sebagai alternatif rekan-rekan bisa datang ke Stasiun Lempuyangan yang antriannya jauh lebih sedikit akan tetapi tanpa “karcis antrian.”

Baca lebih lanjut

Iklan
4

Repotnya masak

Sabtu 07/11, sehabis main dari tempat kerja mampir ke pos keamanan sekedar beramah-tamah dengan bapak-bapak yang seketika itu berada disana. Bercerita kalau bapak-bapak habis dari tempat mancing dan membawa hasil pancingan. Iseng, ditawari untuk dibawa pulang. Hmm.. sejenak berpikir.. mau dimasak apa? toh juga belum pernah sengaja masak beneran (kecuali : masak air dan bikin mi instan 😀 ). Pukul empat sore akhirnya, dua ekor ikan bawal sebesar telapak tangan di bawa pulang, sambil mikir dijalan ketika berkendara pulang mau dibikin apa lagian dirumah tak ada rempah-rempah untuk masak.

Sesampainya di rumah, sudah terbayang dalam pikiran untuk di goreng garing saja. Pisau, plastik dan piring, sudah sedia sambil mengingat masa lalu ketika masih di rumah bebrapa puluh tahun yang lalu membantu ibu mengolah ikan bandeng. Mulai mebelah bagian perut (namun sayang, pisau kurang tajam.. 😀 ya terang saja tidak pernah di asah dan biasanya hanya untuk keperluan potong roti) semerbak bau amis sudah mulai tercium, isi perut sukses dikeluarkan, lanjut mengikis sisik ikan… wah ini bagian yang seru, sisik ikan nyebar kemana-mana :D. Oke, keduanya sudah bersih dan siap di goreng namun ada yang kurang… hmm yup garam. Hadduh, pergi ke warung yang ada garam balok isi 10 biji, hah.. buat apa beli sebanyak itu akhirnya urung untuk beli. Baca lebih lanjut

2

Manggung yang pertama

Jumat 24/08, sekitar 6 bulan yang lalu berdiri dan telah berlatih di setiap hari ahad sore, pada akhirnya malam ini penampilan perdana dalam Kemah Budaya yang diadakan oleh Balai Budaya Minomartani. Sekitar pukul 19.00 kami sudah berkumpul di kediaman Bp Zainal di daerah klebengan. Sehabis shalat isya berjamaah di mesjid depan rumah beliau, sembari menunggu rekan-rekan yang lain datang kami bersiap-siap mengenakan pakaian daerah (DIY, blangkon, sorjan, dan jarik). Kurang lebih 30 menit kemudian kami sudah siap dengan pakaian dengan jumlah personil yang berkumpul di kediaman tersebut sebanyak 9 orang (sisa rekan yang lain sudah menunggu di tempat acara, dikarenakan letak geografis yang dekat dengan tempat acara sehingga diputuskan untuk menunggu disana).

Berinisiatif untuk foto bersama di serambi mesjid, 9 orang berjajar 😀 salah seorang rekan kami menyebut-nyebut ‘Wali Songo’, hahaha.. ya tentu saja gelak tawa tak tertahan keluar. Sembilan orang berpakaian tradisonal jawa, dengan blangkon dan baju sorjan bermotif sama (sengaja pesan) namun untuk jarik (istilah bahasa jawa untuk stelan bawahan) motif beraneka ragam. Setelah itu kami bergegas masuk ke mobil dan meluncur ke tempat acara.

Sesampainya di sana sekitar pukul 20.00, acara sudah di dimulai, nampak pembawa acara sudah berada di depan panggung, ya beliau adalah termasuk pengelola Balai Budaya tersebut dan sekaligus instruktur kami dalam latihan. Dalam pembukaan acara tersebut, beliau memperkenalkan aturan main serta memperkenalkan kelompok-kelompok yang akan tampil pada malam itu (sebanyak 8 kelompok, dan sudah ditentukan urutannya, setiap kelompok diberi waktu sekitar 30 menit atau lebih untuk menunjukkan kebolehannya) dan kebetulan kelompok kami berada di urutan yang kedua (barangkali sudah di set sedemikian rupa karena dan mengingat kakmi belum begitu mahir dalam memainkannya sehingga di letakkan di awal hehehe..). Membaur dengan kelompok lainnya sangat menyenangkan, ada yang masih muda seusia kami dan ada pula ibu-ibu yang sudah sangat tua, mungkin lebih tepat disebut nenek-nenek dan kakek-kakek :D, salut untuk beliau-beliau yang diusia renta ini masih peduli dengan budaya jawa.

Baca lebih lanjut

0

Kelahiran dan kematian silih berganti

Jumat 20/3, hari ini nampak sangat berbeda. Masih menyisakan rasa sakit setelah kram kaki menyerang tadi malam sekitar pukul 11 malam, untuk yang pertama kalinya terjadi. Mungkin terlalu letih setelah sehari sebelumnya melakukan aktifitas yang tidak biasa dilakukan instalasi kabel audio-video sepanjang 90mx2 dan hari ini absen dari jadwal rutin senam aerobik pagi.

Dua berita menghampiri suasana kerja yang baru saja saya mulai. Yang pertama datang adalah berita duka dari famili salah satu rekan kerja (beliau duduk disamping kiri meja saya). Innalillahi wa inna illaihi rojiuun, seketika itu pula rencana takziah disepakati pukul 11 siang.

Dengan bersepeda motor bersama 10 rekan lainnya berangkat menuju ke rumah duka. Rumah beliau tidak jauh dari stadion lapangan bola Maguwoharjo Sleman. Terik matahari yang menyengat, serta udara yang panas menjadi terbiasa karena memang beberapa hari terakhir ini cuacanya sangat tidak nyaman. Sesampainya di rumah duka kami bercakap-cakap sebentar sembari menunggu waktu Jumatan. Hamparan sawah masih sangat luas dan empang berisi ikan tawar hampir ada di setiap pekarangan rumah warga menjadi pokok pembicaran kami (pembicaraan ini juga sering mewarnai di tempat kerja). Setalah selesai melaksanakan ibadah sholat Jumat, lalu kembali kerumah duka dan melakukan sholat jenazah lalu kemudian berpamitan.

Berita yang kedua saya peroleh dari mail forum, disebutkan disana bahwa salah satu rekan kerja dibagian yang lain tadi malam baru saja melahirkan seorang putri. Alhamdulillah, tambah satu lagi seoarang ibu. Walau dari bagian yang berbeda namun saya cukup akrab dengan beliau sehingga ada keinginan untuk menjenguk beliau lebih awal (disamping itu pula kebetulan pondok bersalin tidak terlalu jauh dengan dimana saya tinggal). Sesampainya disana, warna-warna wajah kegembiraan menyambut, melihat bayi perempuan yang mungil tertidur dan masih terbungkus kain yang rapat. Tidak jauh berbeda dengan di tempat kerja, bersendau gurau, dan bercerita proses kelahiran sambil diselingi ejekan-ejekan ringan, sangat hangat sekali berkumpul dengan mereka.

Ajal tidak ada satu orang pun tahu kapan datangnya, ketika isyarat-isyarat melalui kejadian sebelumnya maupun dari mimpi terkadang di cocok-cocokkan demmikian disebut-sebut sebagai firasat. Tak jauh beda dengan kelahiran walaupun secara medis usia kandungan adalah 9 bulan terkadang belum tentu tepat, bisa saja belum genap 9 bulan atau bahkan bisa lebih dari 9 bulan.

Tidak ada suatu apapun yang dapat menghalangi jika Tuhan telah berkehendak.