Lesus: menyelamatkan diri

Jumat (7/11) pukul 15.00, sebentar lagi bersiap shalat ashar dan bergegas ke terminal. Terdengar suara gemuruh angin, melirik dari jendela lantai tiga terasa tercengang melihat hembusan angin yang bertiup sangat kencang dari arah timur ke barat. Terlihat pula antena parabola di gedung sebelah bergoyang-goyang solah hampir terlepas. Butiran-butiran air hujan terlihat jatuh menyamping.

Semakin deras dan semakin kuat suara gemuruh angin, terdengar di lorong orang-orang berjalan dengan cepat. Seketika memang terasa panik, jangan-jangan ada badai besar. Saking derasnya mungkin, terdengar dari atap suara tetesan air hujan yang begitu banyak, dan dari lorong nampak air menetes dari sela-sela plafon dan menggenangi lantai.

Menuju lantai satu dengan secepat kilat, ternyata orang-orang tertahan di anak tangga. Mungkin tidak ada yang berani keluar karena hujan sangat lebat dan khawatir kalau-kalau ada material yang melayang. Dari lantai satu terlihat atap lantai tiga yang tersusun dari genteng nampak ambrol. nampak juga di taman parkir 2-3 mobil tertindih batang pohon yang mungkin tumbang di terjang angin tadi.

Pukul 15.40 hujan yang disertai angin sudah mulai mereda.. orang-orang masih tidak mau beranjak dari tempat berdirinya. Beberapa orang mengangkat tangannya sambil mengarahkan kamera ponsel ke beberapa sudut pandang (dalam benaknya mungkin ini gambar yang bagus, mobil yang terhimpit pohon, atap yang runtuh, lampu2 taman yang pecah, dll).

Alhamdulillah, .. saya selamat begitu juga rekan-rekan laiinya, dan tepat pukul 16.15 bergegas menuju parkir motor, dan pergi ke terminal (rencana mudik hampir batal karena kejadian tadi..).

Iklan

Sedia jas hujan sebelum musim hujan datang

Hujan mulai turun sekitar pukul 5 sore, sambil menyelesaikan coding program yang tinggal sedikit lagi ngecek hape barang kali ada sms masuk yang belum sempat dibaca. Hujan pun tak kunjung reda hingga waktu maghrib tiba. Sehabis menunaikan ibadah shalat maghrib coding lagi.. 😀

Ditemani status yeem yang aktif dan beberapa jendela obrolan terbuka sembari mengetik dan mengetes aplikasi tak terasa jam dinding menunjukkan pukul 19.25. Lalu, bergegas mengangkat gagang telpon lalu mendial pabx pos keamanan.. “Seamat malam…”,”pak hujannya masih deras..?”, “Masih mas, kalo gak bawa jas hujan ya basah kuyub”, “Wah.. jas hujanne ndak bawa e.. ya makasih ya pak”.

Mm.. teringat masih ada stok parcel di laci, ya.. popmi lumayan buat makanan ringan. Mulai besok mulai sedia jas hujan di motor dan sendal jepit.

Selamat malam..

Family Gathering: episode III

Dini hari pukul 4.00, hmm.. nyaman banget dengan selimut tebal (walau AC menyala). Bangun pagi lalu ini..itu.. dan nonton tv. Melihat dari jendela nampak mulai dusah terang, lalu bergegas ke kolam renang dan…. waahh.. ternyata masih tutup (baru di bersihkan) lihat jam ternyata masih pukul 5.30. Akhirnya, menunggu.. duduk di lobi sambil liat kanan-kiri.

Begitu kolam reang dibuka, langsung.. satu. dua.. satu.. dua.. (pelemasan otot-otot), dan tahan napas.. berendam..wahh.. airnya anget. Dengan gaya renang seadanya bolak-balik fyuhh… dada terasa sesak.. dan mulai capek. Lalu, naik menara dan meluncur syuuut… byur.. Gak sadar ternyata sudah mulai ramai dari anak-anak kecil sampai orang dewasa. Ditambah lagi perut sudah mulia terasa lapar.

Pukul 7.30 sarapan, melihat menu yang disajikan mirip dengan kemarin.. hmmm sekarang coba yang agak ringan (roti + selai + kopi + buah-buahan). Selesai sarapan, temen-temen mengajak untuk naik perahu. 10rb perorang, baiklah… sekitar 30 menit berada di atas perahu, sukurlah ngga mual lalu kembali ke kamar untuk berbenah.

Pukul 9.30, meninggalkan kamar lalu turun ke lobi bergabung dengan rekan-rekan lainnya. Menunggu bus menjemput tak lupa aksi foto-foto. Hari ini perjalanan menuju ke ITC mangga dua (pastinya rame banget nih..). Sesampainya disana hmmm.. masih bingung mau ngapain. Lihat kanan-kiri hmm… yah kalo hanya ini sih di mall-mall lain pun juga ada. Jalan kesana kemari liat rekan-rekan putri sudah mulai awar menawar barang.. hmm.. sampai di lantai 5. capeknya.. akhirnya turun lagi (hehe… maklum gak hobi belanja :)).

Pukul 12.00 perjalanan di lanjutkan ke taman buah mekar sari, mm.. sedikit bosan juga sih. Hingga sore hari pukul 5.00 perjalanan dilanjutkan ke Bandung. Jalanan sudah mulai padat dan macet (maklum ini malem minggu). Sesampainya di Bandung pukul 9.40 (wah2.. jam segini mau ngapain..?) , bus berhenti di jalan “kaliki” (setidaknya daerah sekitar situ deh). Apa sih yang menarik disana?.. ternyata mampir ke Bandung hanya untuk berburu kueh.. dengan kode “KS”. Ya, Bollen Kartika Sari.. ngga ngerti juga kenapa para ibu-ibu gemar dengan kueh ini. Karena penasaran, akhirnya ikut turun lalu menyusuri gang kecil dan, waa… rame banget sampe2 yang jual ngga keliatan (jualannya di teras rumah..). Giliran sudah di depan penjualnya kueh bollennya sudah habis.. 😦 hanya tersisa roti pisang dan sale pisang, ya ggp deh buat oleh2. Sesampainya di dalam bus, salah seorang rekan (ibu daning) bertanya “Dapet ngga bollennya”, lalu “Wah sudah habis bu.. cuman dapet sale sma roti pisang”. “Ini buat ganjel tadi temen-temen sudah, ini buat mas ali”. oohh.. 2 potong kueh bollen di berikan. hahahaha.. ini toh si bollen itu.. “trimakasih ya bu, bollennya”. (bollen yang ini rasa durian.. :p ). Dan, perjalanan dilanjutkan menuju yogya.. (habis..)

Family Gathering: episode II

Dini hari pukul 4:27 WIB rombongan bis sudah berada di depan pintu masuk Ancol. Perjalanan semalam cukup sukses (tidak mual dan pusing..), mungkin tempat duduknya paling depan sehingga bisa melihat pemandangan alam (lewat jalur selatan “alternatif” yang sedikit agak berlubang dan bergelombang).

Sesampainya di pintu masuk hotel (Mercure nih..) langsung disambut dengan welcome drink, susana masih sangat sepi dan dingin, wah pahit banget.. (jarang minum kopi..) tapi cukup lumayan sudah menghilangkan rasa kantuk di perjalanan. Langsung ambil kunci kamar (lante 3, deluxe ocean.. hehehe bisa liat pantai deh).

Dalam benak sudah terpikirkan pasti toiletnya modern (fyuuh.. belum terbiasa). Masuk kamar hotel begitu terasa nyaman bersih, rapi, wangi, dan hangat. Oke, akhirnya langsung berbaring di tepat tidur.. hmm nyaman.

Pukul 6.00, panggilan sarapan pagi sudah disiapkan, bergegas mandi langsung menuju ke aula. Pilihan makan pagi tersedia berbagai jenis, mau yang ringan, sedang, bahkan berat pun ada dan tak lupa makanan penutup (buah-buahan). Oke ku putuskan aku ambil nasi goreng, sekedar pengen coba gimana sich rasa nasi goreng bikinan hotel ini (biasanya makan menu ini di kaki lima “bakmi jowo” hehehe..).

Usai sarapan, Lanjutkan membaca “Family Gathering: episode II”