Lotek Bu Bagyo Colombo, Kusumanegara

Lotek Gado Bu BagyoPagi menjelang siang, mencari menu makan pada jam-jam segini memang paling gampang. Yuk makan sayur-sayuran kaya serat dan supaya metabolisme lancar bikin badan sehat.

Langsung saja rekan-rekan yang berada di sekitar kota Yogya bisa menuju ke jalan Kusumanegara Yogya, dari Taman Makam Pahlawan jalan lurus ke timur disebelah selatan jalan ada warung makan Lotek dan Gado-gadu Bu Bagyo Colombo, bersebelahan dengan outlet Bika Ambon Larizoo. Yang namanya menu makan lotek di Yogya hampir bisa dipastikan gampang dijumpai. Nah, sepertinya Lotek dan Gado-gado Bu Bagyo ini terkenal di daerah Colombo. Eh, jangan bingung, Colombo (nama jalan) ada di POM Bensin Sagan ke arah timur sampai pertigaan jalan Afandi (dulu namanya jalan Gejayan), tapi Colombo (nama pasar) ada di jalan kaliurang kilometer 6-7.

Kembali ke Lotek Bu Bagyo yang ada di jalan Kusumanegara, penyajiannya lumayan baik, tempatnya lumayan baik dan tidak seperti warung biasa. Satu posri lotek dengan satu gelas es teh dihargai Rp15.000. Tentang rasanya jangan diragukan lagi, enak dan pas dilidah. Selain menu lotek dan gado-gado ada juga menu nasi goreng dll (chinese food). So.. silahkan dicoba ya rekans.

Rujak Cingur, Gayam

Mencari makanan Rujak Cingur di Jogja tidaklah terlalu sulit, salah satunya ada di daerah Gayam, tidak jauh dari Stadion Mandala Krida. Persisnya terletak di depan seberang jalan Radio Geronimo, khas dengan warna cat rumah hijau. Sepertinya warna cat hijau ini dipertahannkan sedari dulu, mungkin supaya mudah diingat. Buktinya ketika dicari di laman Google dengan kata kunci “rujak cingur gayam” langsung muncul warung warna ijo.

Tidaklah salah kalau warung ini direkomendasikan banyak orang, karena saya sendiri juga akhirnya mencicipinya, dan memang enak, sayurnya masih krenyes-krenyes, yang bikin seger ada lobaknya (bengkuang), cingurnya juga enak kenyal, bumbu petisnya juga pas. Sambil menunggu rujak cingur diracik, bisa makan carang gesing dulu (katanya makanan kecil kuno orang Jogja), atau kalo boleh disebut botok pisang (kaena dibungkus daun pisang dan dikukus, mirip botok). Satu piring rujak cingur, segelas es jeruk dan 2 bungkus carang gesing, ditukar dengan mahar 19ribu rupiah.

Ingin mencobanya?? langsung saja menuju tkp..

Sate Buntel Tambak Segaran, Jogja

Sate Buntel, adalah masakan sate daging kambing yang cara penyajiannya tidak seperti sate daging kambing biasanya. Daging kambing dicincang halus kemudian dibungkus atau “dibuntel” dalam istilah orang Jawa dengan lemak kambing yang tipis lalu dibumbu merica dan kecap manis, baru kemudian dibakar diatas bara api arang hingga matang.

Menurut cerita, masakan ini dikenal lebih dulu di daerah Surakarta, kemudian ada penjual yang membuka cabang di daerah Jogja dan nama Tambak Segaran disematkan dalam papan nama warung ini. Makanya agak sedikit bingung juga cari nama daerah Tambak Segaran di sekitar Jogja, eh ternyata ada.

Nah bagi rekan-rekan yang ingin mencoba Sate Buntel bisa langsung datang ke jalan Brigjen Katamso, tidak jauh dari Mall Jogjatronik sekitar 100 meter ke arah selatan (THR Pura Wisata) dan warungmya berada di sisi timur jalan. Disamping masakan sate buntelnya yang enak, disana juga menyediakan masakan lainnya yaitu gule sum-sum dan gule kaki yang tak kalah enaknya. Selamat mencoba..

Ayam Goreng 126 Chick, Gedong Kuning

Bagi pencinta kuliner ayam goreng jangan bosan untuk menjelajahi tempat-tempat yang menjual ayam goreng sebagai menu utamanya. Walaupun sajiannya paling itu-itu saja dan tidak ada salahnya mencicipi cita rasa berbeda dari tempat yang berbeda pula.

Ada satu tempat yang patut di coba yaitu Ayam Goreng & Bebek Goreng 126 Chick. Tepatnya berada di Jalan Gedong Kuning ‘Selatan’ Yogyakarta, dari trafic light PLN ke arah selatan kira-kira 200 meter sebelah timur jalan, persis bersebrangan dengan perumahan Ditjen Pajak. Entah apa maksudnya warung ini diberi nama “126 Chick”, mungkin nomor jalan, nomor cantik, atau lainnya.

Warung disini menyajikan ayam goreng kampung kremes selain itu juga menyediakan bebek goreng, nah bagi rekan-rekan yang ingin mencoba rasa ayam goreng 126 Chick langsung saja datang ketempatnya. Menurut saya rasanya tidak kalah dengan ayam goreng yang dijual di resto atau restoran sekitarnya, garing, crispy, empuk, sambelnya pas dan *eh nasinya agak sedikit.

Tahu Gimbal Pak Yono, BPD DIY

Tahu Gimbal, masakan khas Semarang (Jawa Tengah) ini dapat dijumpai di Jogja tepatnya di pinggir trotoar jalan Tentara Pelajar dekat dengan Kantor BPD DIY (biasa juga populer dengan nama Tahu Gimbal Depan BPD DIY, dari bunderan Samsat DIY ke arah utara).

Gimbal dalam kamus makanan orang jawa 🙂 adalah udang yang dicampur dalam adonan tepung terigu encer lalu digoreng, hampir mirip peyek (peyek udang). Gimbal udang ini biasanya dijadikan sebagai lauk pendamping nasi dan sayur, paling enak dimakan ketika masih anget karena kalo sudah dingin biasanya menjadi kurang renyah (baca jawa: mlempem).

Pada sajian tahu gimbal berisi potongan ketupat, tahu goreng, potongan gimbal udang, telur ceplok (mata sapi)/telur dadar (telur kocok goreng), irisan kol, bumbu kacang dan sedikit kecap manis. Baca lebih lanjut